Dibalik kemasyurannya yang hebat –
karena dihebat-hebatkan manusia –
namun ternyata sehebat itu pulalah
Surat Pembukaan Al-Fatihah ini
menyandang sejumlah masalah intrinsic
yang menggoyahkan iman Muslim
sebagai sebuah wahyu otentik dari
Allah! Surat yang paling diagungkan
Islam ini – yang digelari Ummul Kitab,
al-Kafiyah, bahkan al-Asas — justru
tidak punya silsilah kapan dan dimana
ia diturun-kan Allah kepada Muhammad,
atau diturunkan setelah surat yang
mana juga tidak diketahui dengan pasti!
Dinamai Surat Pertama tetapi bukan
Surat yang diturunkan pertama! Itu
sebabnya para pakar Islam hanya
sanggup berspekulasi “sebaik-baiknya”
bahwa surat ini termasuk surat
Makkiyah, tetapi mau memahami bahwa
ada pihak-pihak lain yang mengakuinya
sebagai surat Madaniyah . (lihat pelbagai
ensiklopedi Islam, atau Muqaddimah
Terjemah Quran oleh Moh. Rifai). Ibn al-
Hassar malahan telah memastikan
bahwa komposisi surat-surat Quran
adalah terdiri dari 20 surat Madaniyah
dan 82 surat Makkiyah, dan menyisakan
12 surat yang dipertentangkan makki-
madani-nya (!), dan salah satu diantara
adalah surat al-Fatihah! (lihat al-Itqan
I/ 44-45). Dalam mushaf versi Ibn
Abbas (yang sebagian surat-suratnya
tersusun secara kronologis) didapati Al-
Fatihah ditempatkan dalam urutan surat
ke-6 , diantara surat 74 dan surat 111.
Lebih kacau lagi karena ada pihak lain
yang meyakini surat itu diturunkan
dikedua tempat tersebut: Mekah maupun
Medinah . Sedangkan sejumlah ulama
kesohor termasuk Syeik Allamah
Thabathaba’i malahan mengatakan surat
istimewa itu telah diturunkan berulang-
ulang, ya di Mekah, ya di Medinah . ..
Jumat, 11 Oktober 2013
Jibril hampir tak ada
kerjaan lain kecuali mengurusi Surat
ajaib ini bolak-balik berulang-ulang!”
Tetapi nanti dulu (!), jangan buru-buru
menuduh, karena itulah sungguh
kerjanya Jibril as. yang bolak-balik
membisikkan kepada Muhammad satu
unit-wahyu disatu waktu, tetapi diwaktu
yang lain Jibril yang sama turun lagi
untuk membisikkan bahwa wahyu tsb
dibatalkan dan digantikan (nasikh-
mansukh, Qs 2:106)! Dan diwaktu yang
lain lagi ia juga membisikkan (atau
membiarkan Muhammad?) agar ayat
(ayat-ayat) itu dipindahkan letaknya,
“tidak usah lagi” menurut kronologi asli
ketika ayat tersebut pertama kali
diturunkan!
Inilah yang menyebabkan berantakannya
penempatan urutan asli surat dan
ayatdiseluruh Quran yang semestinya
mengikuti urutan tertib kronologi ketika
Jibril menurunkan wahyu awalnya, yaitu
berturut-turut untuk surat Al-Alaq (96),
Al-Qalam (68), Al-Muzzammil (73), Al-
Muddatstsir (74), dst. (menurut Allamah
MH. Thabathaba’i, . Mengungkapkan
Rahasia al-Quran , p 124). Namun kini
urutan tersebut telah diduduki secara
tidak jelas dan tanpa alasan dari Allah
SWT, menjadi surat 1 (Al-Fatihah), surat
2 (Al-Baqarah), dst. seperti halnya yang
Muslim adopsi sekarang ini. Adakah
Muslim cukup bertanya, “kenapa
sesudah jibril menurunkan Quran awal
dengan tertib urut kronologi lalu harus
mendadak mengubahnya dengan urutan
acak? Apakah kerja demikian adalah ciri
kerja Allah yang tertib seperti yang Dia
klaim tentang diriNya, “…(inilah) suatu
kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan
rapi serta dijelaskan secara
terperinci” (Surat 11:1)?
Demikianlah polanya surat Al-Fatihah
ditempatkan dan diadopsi oleh manusia,
atas nama Allah! Lebih kritis lagi adalah
“pengkacauan” urutan tertib ayat-ayat
Allah oleh Muhammad sendiri:
“Diriwayatkan oleh Ibn Abbas dari
Utsman ibn Affan bahwa apabila
diturunkan kepada Nabi suatu wahyu, ia
memanggil sekretaris untuk
menuliskannya, kemudian bersabda,
“Letakkanlah ayat ini dalam surat yang
menyebutkan begini atau
begitu.” (Tirmidzi, Sunan , kitab al-tafsir,
bab surah 9).
Pertanyaan dasar Muslim yaitu, kenapa
harus dirombak ulang sesuatu yang
telah terturun Murni, langsung dan
sempurna dari surga? Jadi mana wahyu
yang sempurna, yang awal menurut urut
di Lauh Mahfudzh ataukah yang sudah
diacak baru sesaat setelah diwahyukan
dan dicatat diotak Muhammad dan para
penghafal ayat? Ataukah Allah lebih
bodoh dari Muhammad yang merasa
perlu merombak posisinya? Maka tidak
heran kita menyaksikan banyaknya ayat-
ayat Allah yang disisipkan oleh
Muhammad dan para sahabatnya
ditengah-tengah ayat lain yang
tidak “seperwahyuan” turunnya.
kerjaan lain kecuali mengurusi Surat
ajaib ini bolak-balik berulang-ulang!”
Tetapi nanti dulu (!), jangan buru-buru
menuduh, karena itulah sungguh
kerjanya Jibril as. yang bolak-balik
membisikkan kepada Muhammad satu
unit-wahyu disatu waktu, tetapi diwaktu
yang lain Jibril yang sama turun lagi
untuk membisikkan bahwa wahyu tsb
dibatalkan dan digantikan (nasikh-
mansukh, Qs 2:106)! Dan diwaktu yang
lain lagi ia juga membisikkan (atau
membiarkan Muhammad?) agar ayat
(ayat-ayat) itu dipindahkan letaknya,
“tidak usah lagi” menurut kronologi asli
ketika ayat tersebut pertama kali
diturunkan!
Inilah yang menyebabkan berantakannya
penempatan urutan asli surat dan
ayatdiseluruh Quran yang semestinya
mengikuti urutan tertib kronologi ketika
Jibril menurunkan wahyu awalnya, yaitu
berturut-turut untuk surat Al-Alaq (96),
Al-Qalam (68), Al-Muzzammil (73), Al-
Muddatstsir (74), dst. (menurut Allamah
MH. Thabathaba’i, . Mengungkapkan
Rahasia al-Quran , p 124). Namun kini
urutan tersebut telah diduduki secara
tidak jelas dan tanpa alasan dari Allah
SWT, menjadi surat 1 (Al-Fatihah), surat
2 (Al-Baqarah), dst. seperti halnya yang
Muslim adopsi sekarang ini. Adakah
Muslim cukup bertanya, “kenapa
sesudah jibril menurunkan Quran awal
dengan tertib urut kronologi lalu harus
mendadak mengubahnya dengan urutan
acak? Apakah kerja demikian adalah ciri
kerja Allah yang tertib seperti yang Dia
klaim tentang diriNya, “…(inilah) suatu
kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan
rapi serta dijelaskan secara
terperinci” (Surat 11:1)?
Demikianlah polanya surat Al-Fatihah
ditempatkan dan diadopsi oleh manusia,
atas nama Allah! Lebih kritis lagi adalah
“pengkacauan” urutan tertib ayat-ayat
Allah oleh Muhammad sendiri:
“Diriwayatkan oleh Ibn Abbas dari
Utsman ibn Affan bahwa apabila
diturunkan kepada Nabi suatu wahyu, ia
memanggil sekretaris untuk
menuliskannya, kemudian bersabda,
“Letakkanlah ayat ini dalam surat yang
menyebutkan begini atau
begitu.” (Tirmidzi, Sunan , kitab al-tafsir,
bab surah 9).
Pertanyaan dasar Muslim yaitu, kenapa
harus dirombak ulang sesuatu yang
telah terturun Murni, langsung dan
sempurna dari surga? Jadi mana wahyu
yang sempurna, yang awal menurut urut
di Lauh Mahfudzh ataukah yang sudah
diacak baru sesaat setelah diwahyukan
dan dicatat diotak Muhammad dan para
penghafal ayat? Ataukah Allah lebih
bodoh dari Muhammad yang merasa
perlu merombak posisinya? Maka tidak
heran kita menyaksikan banyaknya ayat-
ayat Allah yang disisipkan oleh
Muhammad dan para sahabatnya
ditengah-tengah ayat lain yang
tidak “seperwahyuan” turunnya.
Allah tidak menyertakan kata
tanda “Qul” [Katakan (hai Muhammad)
…. ] kedalam surat ini, khususnya untuk
ayat 5-7, yang memperlihatkan bahwa ia
hanyalah sebentuk doa dari manusia,
bukan tanda verbatim dari mulut Allah
sendiri . Bukankah penandaan kata ini
sudah dibakukan secara khusus dan
sudah diserukan oleh Allah sendiri
sebanyak 332 kali “Qul” diseluruh
Quran? Maka mungkinkah Surat
Terkemuka al-Fatimah ini justru akan
dilalaikan Allah dari satu kata seruan
“Qul”/ “Katakan”? Padahal kata-seruan
itu mutlak
diperlukan demi menjaga agar FirmanNya
jangan sampai dipersekutukan kedalam
“firman manusia” .
Mushaf koleksi Ibn Mas’ud yang
otoritatif
Salah satu Muslim yang paling awal
adalah Ibn Mas’ud, yang keilmuannya
dalam Quran “terpaksa” diakui oleh
mainstream Islam, karena fakta-fakta
yang tidak tersembunyikan oleh mereka,
mulai dari pujian Muhammad hingga ke
Jibril!
*Muhammad sendiri memujikan dia
dengan menyebut namanya pertama-
tama sbb: “Belajarlah mengaji Quran
dari 4 orang: dari Ibn Mas’ud, Salim
sekutu dari Abu Hudhaifa, Ubayy b.
Ka’b, dan Mu’adh b. Jabal” (Shahih
Muslim, vol.4, p.1313, Shahih Bukhari
vol.5, p.96-97).
*Khalifah Umar bin al-Khattab dalam
suratnya kepada penduduk Kufa
mengkonfirmasikan keteladanan dan
ilmunya:
“Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain
Dia, sesungguhnya aku mengutamakan
Abdullah bin Mas’ud atas diriku. Maka
tuntutlah ilmu darinya.”
*Khalayak & Muhammad . Ibn Mas’ud
pada suatu event sempat mendemo-kan
pengajian lebih dari 70 surat koleksinya
dihadapan Muhammad dll. Ini adalah
peragaan yang luar biasa! Baik
Muhammad maupun hadirin lainnya
tidak satupun yang menyalahkan
pengajiannya ( Shahih Muslim vol.4,
p.1312). Dan ini sekaligus menjelaskan
betapa Ibn Mas’ud sesungguhnya telah
mengantongi “the 70 proven canonical
surahs” (surat-surat yang terbukti
shahih) yang tidak bisa tidak harus turut
dijadikan rujukan kebenaran untuk
mushaf-mushaf manapun yang muncul
kemudian, khususnya mushaf Utsman
(yang sayang tidak dilakukan oleh
Utsman).
*Sumpah Ibn Mas’ud sendiri . Ya dialah
orangnya yang paling sempat dan
mampu mencatat wahyu yang terturun
karena kedekatannya dan seringnya ia
berada bersama dengan Muhammad
(bahkan sejak masih kanak-kanaknya
Zayd bin Tsabit). Itu sebabnya beliau
berani bersumpah: “Demi Allah, tidak
ada satu ayatpun dari Al-Quran tanpa
kuketahui latar belakang diturunkannya
ayat tersebut. Tidak ada seorang-pun
yang lebih mengetahui tentang
Kitabullah disbanding aku. Meskipun
begitu, aku bukanlah orang yang terbaik
diantara kalian”. (HR.Ahmad bin
Hanbal).
*Jibril. Bahkan dikatakan Ibn Mas’ud ini
mendapat kehormatan selalu hadir
sewaktu Muhammad meneliti kembali
Al-Our’an bersama Jibril setiap tahun
(Ibn Sa’d, Kitab Al Tabaqat Al-Kabir,
jilid 2,haI.441).
Keabsahan Surat-surat Al-Quran
Jikalau Ibn Mas’ud tahu setiap latar
belakang turunnya setiap ayat, maka tak
pelak lagi Muslim lainnya harus
memiliki fakta-fakta yang super-
shahih agar dapat menyalahkan ayat
dan surat apa yang telah
dikumpulkannya atau apa yang
ditolaknya. Dan Ibn Mas’ud dengan
tegas menolak surat-surat 1, 113, 114
sebagai wahyu! Penolakan mana
bukannya dibantahi atau dipersalahkan
Utsman dengan bukti-bukti dan
persidangan, tetapi justru naskah ibn
Mas’ud itulah yang diharus-kan untuk
dimusnahkan atas perintah Utsman
sebagai tindak penguasa yang
sewenang-wenang:
“Utsman mengirim kepada setiap
propinsi satu kitab yang telah mereka
salin, dan memerintah-kan agar semua
naskah-naskah Al-Our’an yang lain,
apakah dalam bentuk yang terbagi-bagi,
atau yang lengkap, harus dibakar.
(Sahih al- Bukhari, Jilid 6,hal.479).
Tetapi adakah Utsman mendapatkan
mandat-ilahi untuk memusnahkan
naskah-naskah dari ucapan-ucapan
Muhammad yang paling primer?
Tidakkah Nabi akan menangisi
pembakaran Kalimat Allahnya?
tanda “Qul” [Katakan (hai Muhammad)
…. ] kedalam surat ini, khususnya untuk
ayat 5-7, yang memperlihatkan bahwa ia
hanyalah sebentuk doa dari manusia,
bukan tanda verbatim dari mulut Allah
sendiri . Bukankah penandaan kata ini
sudah dibakukan secara khusus dan
sudah diserukan oleh Allah sendiri
sebanyak 332 kali “Qul” diseluruh
Quran? Maka mungkinkah Surat
Terkemuka al-Fatimah ini justru akan
dilalaikan Allah dari satu kata seruan
“Qul”/ “Katakan”? Padahal kata-seruan
itu mutlak
diperlukan demi menjaga agar FirmanNya
jangan sampai dipersekutukan kedalam
“firman manusia” .
Mushaf koleksi Ibn Mas’ud yang
otoritatif
Salah satu Muslim yang paling awal
adalah Ibn Mas’ud, yang keilmuannya
dalam Quran “terpaksa” diakui oleh
mainstream Islam, karena fakta-fakta
yang tidak tersembunyikan oleh mereka,
mulai dari pujian Muhammad hingga ke
Jibril!
*Muhammad sendiri memujikan dia
dengan menyebut namanya pertama-
tama sbb: “Belajarlah mengaji Quran
dari 4 orang: dari Ibn Mas’ud, Salim
sekutu dari Abu Hudhaifa, Ubayy b.
Ka’b, dan Mu’adh b. Jabal” (Shahih
Muslim, vol.4, p.1313, Shahih Bukhari
vol.5, p.96-97).
*Khalifah Umar bin al-Khattab dalam
suratnya kepada penduduk Kufa
mengkonfirmasikan keteladanan dan
ilmunya:
“Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain
Dia, sesungguhnya aku mengutamakan
Abdullah bin Mas’ud atas diriku. Maka
tuntutlah ilmu darinya.”
*Khalayak & Muhammad . Ibn Mas’ud
pada suatu event sempat mendemo-kan
pengajian lebih dari 70 surat koleksinya
dihadapan Muhammad dll. Ini adalah
peragaan yang luar biasa! Baik
Muhammad maupun hadirin lainnya
tidak satupun yang menyalahkan
pengajiannya ( Shahih Muslim vol.4,
p.1312). Dan ini sekaligus menjelaskan
betapa Ibn Mas’ud sesungguhnya telah
mengantongi “the 70 proven canonical
surahs” (surat-surat yang terbukti
shahih) yang tidak bisa tidak harus turut
dijadikan rujukan kebenaran untuk
mushaf-mushaf manapun yang muncul
kemudian, khususnya mushaf Utsman
(yang sayang tidak dilakukan oleh
Utsman).
*Sumpah Ibn Mas’ud sendiri . Ya dialah
orangnya yang paling sempat dan
mampu mencatat wahyu yang terturun
karena kedekatannya dan seringnya ia
berada bersama dengan Muhammad
(bahkan sejak masih kanak-kanaknya
Zayd bin Tsabit). Itu sebabnya beliau
berani bersumpah: “Demi Allah, tidak
ada satu ayatpun dari Al-Quran tanpa
kuketahui latar belakang diturunkannya
ayat tersebut. Tidak ada seorang-pun
yang lebih mengetahui tentang
Kitabullah disbanding aku. Meskipun
begitu, aku bukanlah orang yang terbaik
diantara kalian”. (HR.Ahmad bin
Hanbal).
*Jibril. Bahkan dikatakan Ibn Mas’ud ini
mendapat kehormatan selalu hadir
sewaktu Muhammad meneliti kembali
Al-Our’an bersama Jibril setiap tahun
(Ibn Sa’d, Kitab Al Tabaqat Al-Kabir,
jilid 2,haI.441).
Keabsahan Surat-surat Al-Quran
Jikalau Ibn Mas’ud tahu setiap latar
belakang turunnya setiap ayat, maka tak
pelak lagi Muslim lainnya harus
memiliki fakta-fakta yang super-
shahih agar dapat menyalahkan ayat
dan surat apa yang telah
dikumpulkannya atau apa yang
ditolaknya. Dan Ibn Mas’ud dengan
tegas menolak surat-surat 1, 113, 114
sebagai wahyu! Penolakan mana
bukannya dibantahi atau dipersalahkan
Utsman dengan bukti-bukti dan
persidangan, tetapi justru naskah ibn
Mas’ud itulah yang diharus-kan untuk
dimusnahkan atas perintah Utsman
sebagai tindak penguasa yang
sewenang-wenang:
“Utsman mengirim kepada setiap
propinsi satu kitab yang telah mereka
salin, dan memerintah-kan agar semua
naskah-naskah Al-Our’an yang lain,
apakah dalam bentuk yang terbagi-bagi,
atau yang lengkap, harus dibakar.
(Sahih al- Bukhari, Jilid 6,hal.479).
Tetapi adakah Utsman mendapatkan
mandat-ilahi untuk memusnahkan
naskah-naskah dari ucapan-ucapan
Muhammad yang paling primer?
Tidakkah Nabi akan menangisi
pembakaran Kalimat Allahnya?
Lihat
Muqaddimah Surat Yunus dalam Al-
Quran terjemahan Depag yang mengakui
adanya sisipan diatas apa yang sudah
diturunkan secara asli, langsung dan
sempurna:
“Surat Yunus terdiri atas 109 ayat,
termasuk golongan surat-surat
Makkiyyah kecuali surat ayat 40, 94,
95, yang diturunkan pada masa Nabi
Muhammad s.a.w. berada di Madinah”.
Muslim seharusnya kasihan
menyaksikan betapa sia-sianya Jibril
yang kerjaannya tidak pernah tuntas
sekali pukul pertama, sehingga harus
diulang-ulang!
Keabsahan Surat Pertama
Muslim awam umumnya merasa bahwa
surat ini memang sudah selayaknya
ditempatkan sebagai surat pertama
sesuai dengan maknanya sebagai Surat
Pembukaan (al-Fatihah), jadi, ya
seharusnya ia merupakan surat awal
Makkiyah! Ini adalah kekeliruan
menyusuli kekeliruan! Muslim lupa
bertanya, “Siapakah yang memberi
nama al-Fatihah dan siapa yang
menempatkan surat tersebut?” Hanya
apabila Allah yang memberi nama dan
penempatan lewat wahyuNya, maka ia
mempunyai legitimasi ilahi sebagai
Pembuka Al-Quran yang sesungguhnya,
dan bukan sempalan manusia seperti
yang diperlihatkan diatas. Tetapi
dimanapun dalam Quran, Muhammad
tidak pernah diberi wahyu tentang
nama judul bagi surat-surat-Nya,
melainkan hanya disebut
nama generiknya saja sebagai “sebuah
surat“, atau “suatu surat” (Qs.2:23,
9:86, 24:1 dst). Surat-surat ini dalam
sejarah awal Islam, oleh pelbagai pihak
dirujuk dengan pelbagai nama yang
beragam dan sebagiannya telah dibuang,
dan baru kemudian hari secara
atsar (dampak dari sebutan-sebutan
umum) muncul pembakuan judul surat-
surat yang mana membuktikan bahwa
itu semua adalah penjudulan manusia . ..
“Merupakan suatu hal yang pasti bahwa
nama-nama yang diberikan kepada
surat-surat itu bukanlah bagian dari
Quran. Tidak jelas kapan munculnya
nama-nama surat yang beragam
itu…. sekitar pertengahan abad ke-8
dapat dipastikan bahwa nama-nama
surat yang beragam itu telah
memasyarakat” (Taufik A. Amal,
Rekonstruksi Sejarah al-Quran,
p.211-212).
Penggugatan akan pewahyuan Surat Al-
Fatihah ini didukung oleh
segudang fakta historis, antara lain
menyangkut hal-hal gamang yang
menyelimuti dirinya:
1). Surat al-Fatihah ini tidak mempunyai
pijakan asal-usul dan sebab musabab
pewahyuannya; ia yang sekalipun
dianggap surat paling terhormat dan
termulia, namun muncul begitu saja
tanpa silsilah!
2). Kosong-kronologi, bahkan tidak
diketahui kapan ia diturunkan dan
dimana. Bahkan tak ada indikasi ia
diturunkan setelah (atau sebelum) ayat
atau surat apa. Semuanya hanyalah
hasil penempatan secara acak yang
kehilangan referensi.
3). Tidak memiliki legitimasi ilahi dalam
tata-letaknya sebagai Ummul Kitab, al-
Kafiyah, al-Asas dan sebagai Surat
Pertama, sebab bukan Muhammad yang
menetapkannya disana atas nama Allah!
Hadis manakah yang ada mengatakan
bahwa Nabi menetapkan urutan surat
Al-Fatihah sebagai surat Pertama?
Bahkan sahabat Nabi manakah yang
sudah menuliskan atau membacakan
Surat ini (sebagai wahyu) sebelum
hijrah?
4). Ternyata surat-1 ini (dan juga
bersama surat 113 dan 114), tidak
dimasukkan oleh Ibn Mas’ud dalam
koleksi naskahnya (As Suyuti, al-Itqan,
I:220-22). Padahal tidak ada keraguan
bahwa Ibn Mas’ud adalah salah satu
otoritas terbesar dalam al-Quran, dan
tanpa tandingan untuk surat-surat
Makkiyah! Ini akan kita kupas nanti.
5). Konten wahyunya al-Fatihah adalah
sebuah musibah, karena memperlihatkan
suatu rangkaian wahyu yang
dipersekutukan dengan non-wahyu!
Menurut makna dan isi teksnya , al-
Fatihah jelas bukan seruan doa dari
Allah tetapi sebaliknya, seruan doa
manusia kepada sosok Allah! Dan ini
sudah menafikan dirinya sebagai kata-
kata Allah yang termaktub dalam Lauhul
Mahfudz. Namun
menurut formatnya yang masuk dalam
bagian Al-Quran, ia pastilah wahyu
langsung ucapan Allah
sebagaimana seluruh kalimat Quran
yang adalah seruan Allah semata . Jadi
bagaimanakah Muslim dapat
memahaminya?
Muqaddimah Surat Yunus dalam Al-
Quran terjemahan Depag yang mengakui
adanya sisipan diatas apa yang sudah
diturunkan secara asli, langsung dan
sempurna:
“Surat Yunus terdiri atas 109 ayat,
termasuk golongan surat-surat
Makkiyyah kecuali surat ayat 40, 94,
95, yang diturunkan pada masa Nabi
Muhammad s.a.w. berada di Madinah”.
Muslim seharusnya kasihan
menyaksikan betapa sia-sianya Jibril
yang kerjaannya tidak pernah tuntas
sekali pukul pertama, sehingga harus
diulang-ulang!
Keabsahan Surat Pertama
Muslim awam umumnya merasa bahwa
surat ini memang sudah selayaknya
ditempatkan sebagai surat pertama
sesuai dengan maknanya sebagai Surat
Pembukaan (al-Fatihah), jadi, ya
seharusnya ia merupakan surat awal
Makkiyah! Ini adalah kekeliruan
menyusuli kekeliruan! Muslim lupa
bertanya, “Siapakah yang memberi
nama al-Fatihah dan siapa yang
menempatkan surat tersebut?” Hanya
apabila Allah yang memberi nama dan
penempatan lewat wahyuNya, maka ia
mempunyai legitimasi ilahi sebagai
Pembuka Al-Quran yang sesungguhnya,
dan bukan sempalan manusia seperti
yang diperlihatkan diatas. Tetapi
dimanapun dalam Quran, Muhammad
tidak pernah diberi wahyu tentang
nama judul bagi surat-surat-Nya,
melainkan hanya disebut
nama generiknya saja sebagai “sebuah
surat“, atau “suatu surat” (Qs.2:23,
9:86, 24:1 dst). Surat-surat ini dalam
sejarah awal Islam, oleh pelbagai pihak
dirujuk dengan pelbagai nama yang
beragam dan sebagiannya telah dibuang,
dan baru kemudian hari secara
atsar (dampak dari sebutan-sebutan
umum) muncul pembakuan judul surat-
surat yang mana membuktikan bahwa
itu semua adalah penjudulan manusia . ..
“Merupakan suatu hal yang pasti bahwa
nama-nama yang diberikan kepada
surat-surat itu bukanlah bagian dari
Quran. Tidak jelas kapan munculnya
nama-nama surat yang beragam
itu…. sekitar pertengahan abad ke-8
dapat dipastikan bahwa nama-nama
surat yang beragam itu telah
memasyarakat” (Taufik A. Amal,
Rekonstruksi Sejarah al-Quran,
p.211-212).
Penggugatan akan pewahyuan Surat Al-
Fatihah ini didukung oleh
segudang fakta historis, antara lain
menyangkut hal-hal gamang yang
menyelimuti dirinya:
1). Surat al-Fatihah ini tidak mempunyai
pijakan asal-usul dan sebab musabab
pewahyuannya; ia yang sekalipun
dianggap surat paling terhormat dan
termulia, namun muncul begitu saja
tanpa silsilah!
2). Kosong-kronologi, bahkan tidak
diketahui kapan ia diturunkan dan
dimana. Bahkan tak ada indikasi ia
diturunkan setelah (atau sebelum) ayat
atau surat apa. Semuanya hanyalah
hasil penempatan secara acak yang
kehilangan referensi.
3). Tidak memiliki legitimasi ilahi dalam
tata-letaknya sebagai Ummul Kitab, al-
Kafiyah, al-Asas dan sebagai Surat
Pertama, sebab bukan Muhammad yang
menetapkannya disana atas nama Allah!
Hadis manakah yang ada mengatakan
bahwa Nabi menetapkan urutan surat
Al-Fatihah sebagai surat Pertama?
Bahkan sahabat Nabi manakah yang
sudah menuliskan atau membacakan
Surat ini (sebagai wahyu) sebelum
hijrah?
4). Ternyata surat-1 ini (dan juga
bersama surat 113 dan 114), tidak
dimasukkan oleh Ibn Mas’ud dalam
koleksi naskahnya (As Suyuti, al-Itqan,
I:220-22). Padahal tidak ada keraguan
bahwa Ibn Mas’ud adalah salah satu
otoritas terbesar dalam al-Quran, dan
tanpa tandingan untuk surat-surat
Makkiyah! Ini akan kita kupas nanti.
5). Konten wahyunya al-Fatihah adalah
sebuah musibah, karena memperlihatkan
suatu rangkaian wahyu yang
dipersekutukan dengan non-wahyu!
Menurut makna dan isi teksnya , al-
Fatihah jelas bukan seruan doa dari
Allah tetapi sebaliknya, seruan doa
manusia kepada sosok Allah! Dan ini
sudah menafikan dirinya sebagai kata-
kata Allah yang termaktub dalam Lauhul
Mahfudz. Namun
menurut formatnya yang masuk dalam
bagian Al-Quran, ia pastilah wahyu
langsung ucapan Allah
sebagaimana seluruh kalimat Quran
yang adalah seruan Allah semata . Jadi
bagaimanakah Muslim dapat
memahaminya?
> NUBUAT KEDATANGAN NABI MUHAMMAD SAW TERTULIS DI KITAB NABI YESAYA.. > BUKTI BAHWA ALLAH YANG MENGUTUS NABI MUHAMMAD SAMA DENGAN ALLAH NYA BANGSA ISRAEL (YAHWE) (YESAYA 4:14) > NUBUAT BAHWA ALLAH AKAN MENURUNKAN ALQURAN (Yesaya 60:19 & 20)
Bismillahirahmanirrahim...
Ternyata nama Islam,Muhammad beserta Alquran memang tertulis di kitab Perjanjian lama,, gak percaya???
Untuk menemukan bukti2 nubuatan tsb harus mengerti kata kuncinya yaitu:
1) Islam>>> SELAMAT (asal-usul kata, lughawi, kata “Islam” berasal dari bahasa Arab: salima yang artinya selamat. Dari kata itu terbentuk aslama yang artinya menyerahkan diri atau tunduk dan patuh pada firman Allah )
2) Ahmad/Muhammad>>> Terpuji,Yang terpuji,atau Pujian. Kata Ahmad berasal dari akar kata trikonsonantal
H-M-D yg dlm bhasa ibrani adalah Halelu yang artinya jg Pujian http://ms.wikipedia.org/wiki/Alhamdulillah
3) Alquran>>> nama lainnya adalah An-nur(Cahaya),Ar-ruh dan msh bnyk lg.
PERHATIKAN AYAT2 DI BAWAH INI..
Yesaya 60:17 Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi; Aku akan memberikan damai sejahtera/ šā·lō·wm dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu.
תַּ֣חַת הַנְּחֹ֜שֶׁת אָבִ֣יא זָהָ֗ב וְתַ֤חַת הַבַּרְזֶל֙ אָ֣בִיא כֶ֔סֶף וְתַ֤חַת הָֽעֵצִים֙ נְחֹ֔שֶׁת וְתַ֥חַת הָאֲבָנִ֖ים בַּרְזֶ֑ל וְשַׂמְתִּ֤י פְקֻדָּתֵךְ֙ שָׁלֹ֔ום וְנֹגְשַׂ֖יִךְ צְדָקָֽה׃
ta·ḥaṯ han·nə·ḥō·šeṯ ’ā·ḇî zā·hāḇ, wə·ṯa·ḥaṯ hab·bar·zel ’ā·ḇî ḵe·sep̄, wə·ṯa·ḥaṯ hā·‘ê·ṣîm nə·ḥō·šeṯ, wə·ṯa·ḥaṯ hā·’ă·ḇā·nîm bar·zel; wə·śam·tî p̄ə·qud·dā·ṯêḵ šā·lō·wm
perhatikan ayat diatas,, sangat jelas Allah akan memberikan Islam yang akan mengatur hidup umat manusia
Yesaya60:18: Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di negerimu, tentang kebinasaan atau keruntuhan di daerahmu; engkau akan menyebutkan tembokmu "Selamat" dan pintu-pintu gerbangmu "Pujian".
לֹא־ יִשָּׁמַ֨ע עֹ֤וד חָמָס֙ בְּאַרְצֵ֔ךְ שֹׁ֥ד וָשֶׁ֖בֶר בִּגְבוּלָ֑יִךְ וְקָרָ֤את יְשׁוּעָה֙ חֹומֹתַ֔יִךְ וּשְׁעָרַ֖יִךְ תְּהִלָּֽה׃ לֹא־ יִֽהְיֶה־
lō- yi·ā·ma‘ ‘ō·wḏ ḥā·mās bə·’ar·ṣךḵ, פḏ wג·נe·ḇer biḡ·ḇ·lג·yiḵ; wə·qג·rגṯ yə·נ·‘גh ḥפ·w·mפ·ṯa·yiḵ, ·נə·‘ג·ra·yiḵ tə· hil·lגh. lפ- yih·yeh-
halelu=>Pujian
Hmd=>Pujian
padanan kata halelu adalah Ahmad,mahmud,muhammad
http://ms.wikipedia.org/wiki/Alhamdulillah
HANYA ada 1 tembok di dunia yg bernama SELAMAT/ISLAM yg Pintunya bernama PUJIAN/AHMAD, yg tidak lain adalah Agama Islam yg dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, Masihkah ada yg mau ingkar???,Jika masih ada yg ragu silahkan translate ayat diatas ke dlm bhasa arab atau ibrani,..
Adapun ayat selanjutnya berbicara tentang Cahaya yg akan diturunkan ALLAH yg menjadi PENERANG DAN PETUNJUK BAGI UMAT MANUSIA YG TIDAK LAIN ADALAH ALQURAN..
Yesaya60:19 Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu.
Yesaya60:20: Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.
ALQURAN LAH CAHAYA PENERANG TERSEBUT..
[4:174] Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an).
[7:157] (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi(BUTA HURUF) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Maha benar ALLAH dg segala firman-Nya ternyata memang benar nama Nabi Muhammad SAW tertulis di kitab2 terdahulu,, bahkan kitab Nabi Yesaya jg secara jelas menubuatkan NABI YG UMMI/BUTA HURUF YG DI UTUS DI TANAH KEDAR BANI ISMAEL
:
Yesaya42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba ALLAH [Abdullah]?
BAHKAN secara tersirat nama Abdullah tertulis di ayat diatas,, Buta dlm arti buta huruf dan Tuli karena tdk pernah mendengar isi kitab2.
Siapa lg kalo bukan Nabi Muhammad SAW Yg di Utus Allah kepada kaum yg buta huruf di tanah kedar Bani Ismael???:
Yesaya42:16: Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
Yesaya42:11: Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!
[62:2] Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
ALLAH jg akan mewahyukan ruh kepada Nabi yg di janjikan tsb supaya dg ruh itu ia menyatakan hukum kepada bangsa2
Yesaya42:1: Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
ALQURAN lah ruh tsb, yg dengannya Nabi Muhammad menegakan hukum2 ALLAH
[42:52] Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
NABI tsb tidak akan KALAH SAMPAI IA MENEGAKAN HUKUM DI BUMI..
Yesaya 42:4: Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
NABI Muhammad memang tak terkalahkan!! Masih adakah yg mau ingkar??? Ataukah mau menghujat karena Nabi Muhammad pandai berperang??
-Nabi pamungkas yg di janjikan adalah Utusan yg sangat kuat [Yesaya 28:2]
-Nabi yg bisa berperang [Yesaya 41:1-3]
-Allah yg mengutus Nabi tsb adalah sama dg Allah israel [Yesaya 41:4)
-Nabi tsb akan menginjak2 penguasa seperti lumpur [Yesaya 41:25-27]
-Nabi tsb akan mempermalukan penyembah patung dan menghancurkannya [Yesaya 42:17]
MASIH adakah yg mau ingkar?? Atau mau minta bukti apa lg??
Islam agama yg diridhoi Allah:
[5:3] Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.
Umat islam umat yg dicintai Allah
[3:110] Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
Keselamatan mutlak ada di dalam islam
[3:85] Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
LA ILLAH HA ILALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH
KURDI - PALESTINA - INDONESIA
Menarik untuk mencermati Suku Kurdi Suriah (bagian dari Kurdistan Regional), mereka mirip-Mirip Indonesia dan Palestina.
Suku Kurdi adalah salah-satu suku bangsa terbesar di Timur-Tengah (populasi 25 s.d 30 juta jiwa), tapi persis Palestina, mereka tidak punya wilayah Negara sendiri (imbas perkembangan pemetaan peradaban).
Disisi lain, (dengan mayoritas warganya adalah Islam Sunni) kultur mereka dibangun atas dasar gotong-royong, bukan sectarian, persis Indonesia.
Maksutnya adalah;
Jika milisi Salafi Al-Qaida (ISIS, Jabah al-Nusra, Ahrar ash Syam, dll) gagal menaklukkan Suku Kurdi, besar kemungkinan mereka (Salafi Al-Qaida) juga tidak akan dapat menaklukkan Indonesia.
Hmm.., cmiiw
Menarik untuk mencermati Suku Kurdi Suriah (bagian dari Kurdistan Regional), mereka mirip-Mirip Indonesia dan Palestina.
Suku Kurdi adalah salah-satu suku bangsa terbesar di Timur-Tengah (populasi 25 s.d 30 juta jiwa), tapi persis Palestina, mereka tidak punya wilayah Negara sendiri (imbas perkembangan pemetaan peradaban).
Disisi lain, (dengan mayoritas warganya adalah Islam Sunni) kultur mereka dibangun atas dasar gotong-royong, bukan sectarian, persis Indonesia.
Maksutnya adalah;
Jika milisi Salafi Al-Qaida (ISIS, Jabah al-Nusra, Ahrar ash Syam, dll) gagal menaklukkan Suku Kurdi, besar kemungkinan mereka (Salafi Al-Qaida) juga tidak akan dapat menaklukkan Indonesia.
Hmm.., cmiiw
Mari Menggali Pemikiran Bung Karno
7 Juni 2012 | 12:41 WIB
Pada masa kekuasan orde baru, pemikiran dan berbagai hal mengenai Bung Karno sengaja ditenggelamkan. Ini bagian dari proyek menghilangkan Bung Karno, terutama pemikirannya, dari ingatan rakyat. Nah, seiring dengan proses reformasi, ada peluang bagi generasi sekarang memahami Bung Karno lebih mendalam.
“Generasi sekarang mempunyai kesempatan yang luas untuk memahami dan memaknai sosok Bung Karno, baik melalui biografi atau kesaksian-kesaksian tentang dirinya maupun melalui tulisan-tulisan Bung Karno sendiri,” kata Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Demokratik (PRD), Dominggus Oktavianus, di Jakarta, Kamis (7/6/2012).
Dominggus mengatakan, karya-karya Bung Karno merupakan warisan sejarah yang luar biasa kaya bagi bangsa Indonesia, bahkan bagi seluruh dunia. “Sungguh, bangsa Indonesia sangat dirugikan ketika pemikiran-pemikiran Sukarno justru dilarang pada masa orde baru,” katanya.
Pada masa orde baru, ungkapnya, hal yang lebih ditonjol-tonjolkan dari sosok Bung Karno adalah hal-hal yang berbau mistik, misalnya tentang tongkatnya yang sakti atau harta karun yang ditimbun di suatu tempat super-misterius. “Atau juga soal kehidupan pribadinya atau keluarganya,” ujarnya.
Seiring dengan berbagai tantangan berbangsa di abad 21 ini, Dominggus beranggapan, konsep dan pemikiran Bung Karno secara fundamental masih sangat relevan.
Meskipun, seperti diakuinya, tidak ada teori yang dapat menjawab segala keadaan pada segala waktu dan pada segala tempat. “Situasi di abad-21 ini memang banyak berbeda dibandingkan situasi abad lalu,” ungkapnya.
Akan tetapi, menurut Dominggus, ada beberapa hal yang secara fundamental relatif sama, seperti penguasaan kekayaan alam oleh modal asing, ada pejabat pribumi yang lebih sibuk korupsi, ada mayoritas rakyat yang hidup serba kekurangan, dan ada upaya pecah-belah terhadap sesama anak bangsa melalui isu-isu berbau suku, agama, dan ras (SARA).
Bagi Dominggus, konsep-konsep Bung Karno seperti Pancasila, Tri Sakti, dan Sosialisme Indonesia mengandung solusi filosofis dan praktis untuk masa sekarang.
7 Juni 2012 | 12:41 WIB
Pada masa kekuasan orde baru, pemikiran dan berbagai hal mengenai Bung Karno sengaja ditenggelamkan. Ini bagian dari proyek menghilangkan Bung Karno, terutama pemikirannya, dari ingatan rakyat. Nah, seiring dengan proses reformasi, ada peluang bagi generasi sekarang memahami Bung Karno lebih mendalam.
“Generasi sekarang mempunyai kesempatan yang luas untuk memahami dan memaknai sosok Bung Karno, baik melalui biografi atau kesaksian-kesaksian tentang dirinya maupun melalui tulisan-tulisan Bung Karno sendiri,” kata Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Demokratik (PRD), Dominggus Oktavianus, di Jakarta, Kamis (7/6/2012).
Dominggus mengatakan, karya-karya Bung Karno merupakan warisan sejarah yang luar biasa kaya bagi bangsa Indonesia, bahkan bagi seluruh dunia. “Sungguh, bangsa Indonesia sangat dirugikan ketika pemikiran-pemikiran Sukarno justru dilarang pada masa orde baru,” katanya.
Pada masa orde baru, ungkapnya, hal yang lebih ditonjol-tonjolkan dari sosok Bung Karno adalah hal-hal yang berbau mistik, misalnya tentang tongkatnya yang sakti atau harta karun yang ditimbun di suatu tempat super-misterius. “Atau juga soal kehidupan pribadinya atau keluarganya,” ujarnya.
Seiring dengan berbagai tantangan berbangsa di abad 21 ini, Dominggus beranggapan, konsep dan pemikiran Bung Karno secara fundamental masih sangat relevan.
Meskipun, seperti diakuinya, tidak ada teori yang dapat menjawab segala keadaan pada segala waktu dan pada segala tempat. “Situasi di abad-21 ini memang banyak berbeda dibandingkan situasi abad lalu,” ungkapnya.
Akan tetapi, menurut Dominggus, ada beberapa hal yang secara fundamental relatif sama, seperti penguasaan kekayaan alam oleh modal asing, ada pejabat pribumi yang lebih sibuk korupsi, ada mayoritas rakyat yang hidup serba kekurangan, dan ada upaya pecah-belah terhadap sesama anak bangsa melalui isu-isu berbau suku, agama, dan ras (SARA).
Bagi Dominggus, konsep-konsep Bung Karno seperti Pancasila, Tri Sakti, dan Sosialisme Indonesia mengandung solusi filosofis dan praktis untuk masa sekarang.
Sejarah nabi nuh as dan penyebaran kerturunannya ke india bangsa arya dan lahirnya agama hindu
Kisah Nabi Nuh AS Lengkap
Nuh (Ibrani: נוֹחַ, Nūḥ; Tiberias: נֹחַ; Arab: نوح) (sekitar 3993-3043 SM) adalah seorang rasul yang diceritakan dalam Taurat, Alkitab, dan Al-Quran. Nuh diangkat menjadi nabi sekitar tahun 3650 SM. Diperkirakan ia tinggal di wilayah Selatan Irak modern. Namanya disebutkan sebanyak 58 kali dalam 48 ayat dalam 9 buku Alkitab Terjemahan Baru dan 43 kali dalam Al-Quran.
Menurut Al-Qur'an, ia memiliki 4 anak laki-laki yaitu Kanʻān, Sem, Ham, dan Yafet. Namun Alkitab hanya mencatat, ia memiliki 3 anak laki-laki Sem, Ham, dan Yafet. Kitab Kejadian mencatat, pada jamannya terjadi air bah
yang menutupi seluruh bumi; hanya ia sekeluarga (istrinya, ketiga
anaknya, dan ketiga menantunya) dan binatang-binatang yang ada di dalam bahtera Nuh yang selamat dari air bah tersebut. Setelah air bah reda, keluarga Nuh kembali me-repopulasi bumi.
Suyuti menceritakan bahwa nama Nuh bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi dari bahasa Syria
yang artinya “bersyukur” atau “selalu berterima kasih”. Hakim berkata
dinamakan Nuh karena seringnya dia menangis, nama aslinya adalah Abdul Ghafar (Hamba dari Yang Maha Pengampun).
Sedangkan menurut kisah dari Taurat nama asli Nuh adalah Nahm yang kemudian menjadi nama sebuah kota, kuburan Nuh berada di desa al Waqsyah yang dibangun didaerah Nahm.
Nuh mendapat gelar dari Allah dengan sebutan Nabi Allah dan Abdussyakur yang artinya “hamba (Allah) yang banyak bersyukur”.
Dalam agama Islam, Nuh adalah nabi ketiga sesudah Adam, dan Idris. Ia merupakan keturunan kesembilan dari Adam. Ayahnya adalah Lamik (Lamaka) bin Metusyalih Mutawasylah (Matu Salij) bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusyi bin Syits bin Adam. Antara Adam dan Nuh ada rentang 10 generasi dan selama periode kurang lebih 1642 tahun.
Nuh hidup selama 950 tahun. Ia mempunyai istri bernama Wafilah, sedangkan beberapa sumber mengatakan istri Nuh adalah Namaha binti Tzila atau Amzurah binti Barakil dan memiliki empat orang putra, yaitu Kanʻān, Yafith, Syam dan Ham.
Nuh adalah Rasul Allah yang pertama yang diutus ke atas bumi ini, sedangkan Adam, Syits dan Idris yang diutus sebelumnya hanyalah bertaraf Nabi saja, bukan sebagai Rasul karena mereka tidak memiliki umat atau kaum.
Dari Ibnu Katsir bahwa Nuh diutus untuk kaum Bani Rasib. Dia lahir 126 tahun sepeninggal Nabi Adam AS, sedangkan menurut Ahli Kitab dia lahir
140 tahun sepeninggal Nabi Adam. Dia adalah utusan yang pertama yang
diutus untuk umat manusia. Penduduk yang diserunya dikenal dengan Banu Rasib.
Dari Ibnu Abi Hatim : Abu Umamah
mendengar seorang berkata kepada Nabi “Wahai Utusan Tuhan, apakah Adam
seorang Nabi?” Nabi menjawab “Ya”. Orang tersebut bertanya lagi: “Berapa
Lama antaranya dengan Nuh?” maka Nabi Menjawab “sepuluh generasi”
Ibnu Abbas menceritakan Bahwa nabi Nuh
diutus pada kaumnya ketika berumur 480 tahun. Masa kenabiannya adalah
120 tahun dan berdakwah selama 5 abad. Dia mengarungi banjir ketika ia
berumur 600 tahun, dan kemudian setelah banjir ia hidup selama 350
tahun.
Ibnu Abi Hatim dari Urwah bin Al Zubayr bahwa Wadd, Suwa, Yaghuth, Ya’uq dan Nasr adalah anak nabi Adam. Wadd adalah yang tertua dari mereka dan yang paling saleh di antara mereka.
Ibnu
Abbas menceritakan bahwa ketika Nabi Isa menghidupkan Ham bin Nuh, dia
bertanya kepadanya kenapa rambutnya beruban, ia menjawab dia meninggal
di saat usia muda karena ketakutannya ketika banjir. Ia berkata bahwa
panjang kapal Nuh adalah 1200 Kubit dan lebarnya 600 Kubit dan mempunyai 3 lapisan.
Migrasi dari Suq Thamanim ke Babylonia
Ibnu
Thabari menceritakan setelah kapal berlabuh di pegunungan Ararat, ia
kemudian membangun suatu kota di daerah Ararat (Qarda) di suatu areal
yang termasuk Mesopotamia dan menamakan kota tersebut Themanon (Kota
delapan Puluh) karena kota tersebut dibangun oleh orang yang beriman
yang berjumlah 80 orang. Sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama Suq Thamanin.
Ibnu Abbas kemudian menceritakan bahwa Nuh
membangun kota Suq Thamanin dan semua keturunan Qayin dibinasakan.
Menurut Al-Harith dari Ibnu Sad dari Hisham bin Muhammad dari ayahnya
dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas berkata ”ketika Suq Thamanin menjadi
penuh dengan keturunan Nuh mereka berpindah ke Babylon dan membangun kota tersebut”.
Abd al Ghafar menceritakan ketika kapal berlabuh di bukit Judi pada hari Ashura.
Doa Nuh kepada Keturunannya
Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Nuh mendoakan ketiga putranya. Nuh mendoakan keturunan Sam menjadi nabi-nabi dan rasul. Nuh
mendoakan keturunan Yafith untuk menjadi raja-raja, sedangkan dari
keturunan Ham dia doakan agar menjadi abdi dari keturunan Yafith dan
Sam.
Ketika Nuh
menginjak usia lanjut, ia mendoakan agar keturunan Gomer dan Kush
menjadi raja-raja, karena mereka berdua ini melayani kakeknya disaat
usianya lanjut.
Ibnu
Abbas menceritakan bahwa keturunan Sam menurunkan bangsa kulit putih,
Yafith menurunkan bangsa berkulit merah dan coklat, Sedangkan ham
menurunkan bagsa Kulit hitam dan sebagian kecil berkulit putih.
Anak Nabi Nuh a.s.
Kanʻān bin Nuh
Dari keempat putra Nuh,
hanya tiga orang yang selamat dari bencana banjir, karena taat serta
mengikuti ajaran yang dibawa ayahnya. Adapun seorang anaknya lagi yang
tertua, yaitu Kan'an, tewas tenggelam. Nuh merasa sedih karena
anaknya tidak mau mengikuti ajarannya. Sedangkan menurut Hasan al-Bashri
berpendapat bahwa Kan’an adalah anak tiri Nuh yaitu anak dari isterinya yang durhaka.
Yafith bin Nuh
Ibnu
Thabari menyebutkan istri Yafith bernama Arbasisah binti Marazil bin Al
Darmasil bin bin Mehujael bin Akhnukh bin Qayin bin Adam dan darinya
Yafith menurunkan 7orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan,
yaitu Gomer, Marihu, Wa’il, Hawwan, Tubal, Hawshil dan Thiras. Anak
perempuan dari Yafith adalah Shabokah.
Sam bin Nuh
Ibnu
Thabari menyebutkan istri Sam bernama Shalib binti Batawil bin Mehujael
bin Akhnukh bin Qayin bin Adam dan darinya Sam menurunkan Arfaqsyad,
Asshur, Lud, Elam, dan Aram.
Ham bin Nuh
Ibnu
Thabari menyebutkan istri Ham bernama Nahlab binti Marib bin Al
Darmasil bin bin Mehujael bin Akhnukh bin Qayin bin Adam dan darinya Ham
menurunkan 4 orang anak laki-laki, yaitu Kush, Put, Kanaan dan Qibthy
atau Misraim.
Menurut
Ibnu Ishaq tidak diketahui apakah Aram adalah satu ibu atau dari ibu
yang berbeda dengan anak Sam lainnya. Sam berdiam di Mekkah dan dari
keturunannya yaitu Arpaksyad menurunkan nabi dan rasul. Kemudian dari
nya menurunkan bangsa Arab dan bangsa Mesir kuno. Keturunan Yafith
menjadi raja untuk wilayah non arab seperti Turki, Khazar dan Persia
yang raja terakhirnya adalah Yazdajird bin Shahriyar bin Abrawiz yang
masih merupakan keturunan Gomer bin Yafith bin Nuh.
Keturunan
Sam berdiam di Majdal yang berada di pusat bumi yang daerah tersebut
berada di Satidama (suatu daerah bagian utara Irak atau dibagian Timur
Anatolia), di antara Yaman dan Syria. Tuhan memberikan mereka kitab dan
kenabian serta memberikan warna kulit yang coklat dan putih.
Bangsa ʿĀd
berkembang di suatu lembah yang dinamakan Al-Shihr (Bagian Selatan
Arabia menghadap lautan Hindia) dan dibinasakan disuatu lembah yang
dinamakan Lembah Mughith.
Kemudian
Mahrah menetap di lembah Al-Shihr. Ubayl berkembang di wilayah
Yasthrib, Amalek berkembang di Sana sebelum dinamakan Sana. Beberapa
dari keturunan Amalek kemudian pergi ke Yastrib dan mengusir bangsa
Ubayl, yang kemudian Jubayl berkembang di wilayah Juhfah, tapi banjir
membinasakan mereka sehingga dinamakan wilayah tersebut Al-Juhfah
(tempat penyapuan).
Thamud
berdiam di Hijr dan di sekitarnya dan dibinasakan di sana. Tasm dan
Judays berdiam di Yamamah dan kemudian dibinasakan, ketika Umaym
memasuki wilayah Al Abar (Wabar, suatu tempat di Yaman) dan dibinasakan
di sana. Di sekitar Yamamah dan Al Shihr tidak ada yang bepergian di
sana karena wilayahnya telah dikuasai Jin. Daerah tersebut dikenal
dengan Ubar karena berasal dari nama Abar bin Umaym.
Keturunan
Joktan bin Eber memasuki Yaman dan kemudian menamainya Yaman yang
berarti Selatan. Beberapa kaum dari Kan'an memasuki Syria yang namanya
adalah Al-Sha’m maka dari itu wilayah Syria dahulu dikenal dengan nama Syam.
Diceritakan
dari Damrah bin Rabiah dari Ibnu Ata dari Ayahnya bahwa Ham menurunkan
keturunan yang berkulit hitam dan berambut keriting. Rambut mereka
tipis. Yafith menurunkan keturunan yang berwajah datar dan bermata kecil
atau sipit, sedangkan Sam menurunkan keturunan yang berwajah tampan dan
berambut indah.
Cucu Nabi Nuh a.s.
Keturunan Ham
- Kush bin Ham: Ibnu Thabari menyebutkan istri Kush bernama Qarnabil binti Batawil bin Tiras dan darinya menurunkan Habsyah, Hind dan Sind.
- Phut bin Ham: Ibnu Thabari menyebutkan istri Phut bernama Bakht binti Batawil. Put kemudian berdiam bersama keturunan Kush yaitu Hind dan Sind di wilayah India.
- Kan`an bin Ham: Ibnu Thabari menyebutkan istri Kan'an bernama Arsal binti Batawil bin Tiras dan darinya menurunkan bangsa berkulit hitam atau negro, Nubia, Fezzan, Zanj dan Zaghawah.
- Mizraim bin Ham: Ibnu Thabari menyebutkan keturunan Mizraim adalah bangsa Koptik dan Barbar.
- Egyptus binti Ham: Anak Ham yang satu ini adalah seorang wanita.
Keturunan Sam
- Lud
bin Sam: Ibnu Ishaq menyebutkan Lud kawin dengan anak perempuan
Yafith yaitu Shakbah dan melahirkan baginya Faris, Jurjan, dan ras
yang mendiami wilayah Persia. Kemudian dari Lud lahir pula Tasm dan
Imliq tapi tidak diketahui apakah mereka stu ibu atau tidak dengan
Faris bin Lud. Imliq berdiam di wilayah tanah suci.
Imliq kemudian menurunkan bangsa Amalek yang kemudian menyebar di wilayah Uman, Hijaz, Syria dan Mesir. Dari keturunan Lud ini melahirkan bangsa bangsa perkasa di Syria yang disebut dengan bangsa Kanaanit. Dari Lud juga menurunkan Firaun Mesir, penduduk Bahrayn dan ‘Uman yang kemudian dikenal dengan bangs Jasim. Penghuni Madinah seperti Bani Huff, Sa’d bin Hizzan, Banu Matar dan Banu Al-Azraq, Penduduk Najd yaitu Badil dan Rahil, Penduduk Tayma adalah keturunan dari Lud bin Sham.
Bani Umaym bin Lud berdiam di Wabar yang merupakan daerah gurun yang dikenal dengan gurun Alij dan berkembang disana. Kemudian mereka berbuat ingkar disana dan akhirnya Allah menghancurkan mereka. Satu-satunya suku mereka yang tersisa dari bencana tersebut adalah suku Nasnas.
Tasm bin Lud berdiam di Yamamah (kota kuno Bahrayn). Dari keturunan Lud seperti Tasm, Amalek, Umaym dan Jasim menggunakan dialek arab, sedangkan dari keturunan Lud yang lain seperti Faris menggunakan dialek Farsi.
Keturunan Lud bin Sham dan termasuk keturunan Madhay bin Yafith kemudian pergi menuju Gomer dan Gomer kemudian menjaga mereka dan membiarkan mereka berkembang di wilayahnya. Dari bangsa Madhay ini menurunkan bangsa Media yang salah satu rajanya adalah Cyrus Agung.
Salah satu bangsa Barbar adalah keturunan dari Thamila bin Marib bin Faran bin Amr bin imliq bin Lud bin Sham. Bangsa yang pertama kali berbicara dengan bahasa Arab adalah Imliq bin Lud setelah kepindahannya dari Babylonia.
- Aram
bin Sam: Aram bin Shem menurunkan Uz, Mash, Gether dan Hul.
Kemudian Uz menurunkan Gether, ʿĀd dan Ubayl. Gether bin Aram
menurunkan Tsamud dan Judays. Mereka ini berbicara dengan bahasa
Arab Mudari. Mereka ini dikenal dengan Arab Aribah atau Arab asli
karena dari merekalah bahasa Arab berasal. Dari keturunan Aram dan
Lud ini melahirkan bangsa Arab pertama atau bangsa Arab Aribah.
ʿĀd berdiam di gurun disekitar jalan menuju Hadramaut di Yaman. Tsamud memahat pegunungan untuk dijadikan tempat tinggalnya yang berada antara Hijaz dan Syria dan sejauh Wadi al-Qura. Judays mengikuti Tasm dan berdiam di lingkungan Yamamah sampai Bahrayn. Nama Yamamah pada saat itu adalah Jaww. Sedangkan Jasim berdiam di Uman. Mash menurunkan bangsa Nabatea yang silsilahnya adalah Nabit bin Mash bin Aram.
Di Era kaum ʿĀd, mereka dikenal dengan ʿĀd dari Iram, ketika kaum ʿĀd dihancurkan maka kaum Tsamud disebut Iram. Setelah Tsamud dihancurkan keturunan Iram yang tersisa disebut dengan Arman atau Aramean.
- Arfaqsyad
bin Sam: Arpaksyad menurunkan umat-umat pilihan dan darinya
kebanyakan nabi berasal. Ia mempunyai anak yang bernama Qaynam yang
tidak diceritakan di dalam Taurat. Ia tidak diceritakan di dalam
taurat karena ia menyebut dirinya sebagai dewa dan mempelajari
sihir. Qaynam kemudian menurunkan anak yang bernama Shelah, dan
menurunkan Abir. Bagi Abir menurunkan 2 anak, yaitu Peleg atau
Qasim dan Yoktan atau Qahthan yang menurunkan 2 anak, yaitu Ya’rub dan
Yaqtan. Yoktan adalah penguasa pertama atas negeri Yaman.
Arpaksyad juga mempunyai anak yang bernama Nimrod yang mendiami sekitar wilayah Al-Hijr. Sham lahir ketika Nuh berumur 500 tahun, kemudian Arpaksyad lahir ketika Sham berumur 102 tahun. Qaynam lahir ketika umur Arpaksyad 35 tahun, Shelah lahir ketika Qaynam berumur 39 tahun, Eber lahir ketika Shelah berumur 30 tahun.
Yoktan bin Eber bin Shaleh bin Arfaqsyad darinya menurunkan bangsa Hind dan Sind terkemudian. Silsilahnya kembali kepada Buqayin bin Yoktan. Dari Yoktan melahirkan Ya’rub menurunkan Yashjub menurunkan Saba’. Saba’ menurunkan Himyar, Kahlan, ‘Amr, Al-Ash’ar, Anmar, Murr, ‘Amilah. Amr bin Saba menurunkan ‘Adi. ‘Adi menurunkan Lakhm dan Judham.
- Ghalem bin Sam: Dikisahkan bahwa keturunan dari Ghalem ini adalah bangsa Persia.
- Asshur bin Sam: Sedangkan dari Asshur keturunannya adalah menjadi bangsa Assyria.
Keturunan Yafith
- Meshech bin Yafith: Darinya menurunkan Ashban. Menurut Blachere Ashban adalah koloni dari Ishafan yang menetap di Syria, Mesir, Afrika Utara, dan Spanyol.
- Yavan bin Yafith: Darinya menurunkan Slavia dan Burjan atau Bulgar. Bangsa Byzantium adalah keturunan dari Lanta bin Javan.
- Magogh bin Yafith: Dari Magogh inilah bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang telah diramalkan akan datang pada akhir zaman.
- Khatubal bin Yafith
- Ma'za bin Yafith
- Tyrash bin Yafith
Bahtera Nuh
Puluhan tahun Nuh berdakwah, tetapi umatnya tidak mau mengikuti ajarannya dan tetap menyembah berhala. Bahkan mereka sering kali menganiaya Nuh dan pengikutnya. Untuk itu Nuh meminta Allah supaya menurunkan azab bagi mereka. Kemudian dalam kisah tersebut dikatakan bahwa Allah mengabulkan permintaan Nuh. Agar umat Nuh yang beriman terhindar dari azab tersebut, Allah memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera. Bersama para pengikutnya, Nuh mengumpulkan paku dan menebang kayu besar dari pohon yang ia tanam selama 40 tahun. Melalui wahyu-Nya, Allah membimbing Nuh membuat bahtera yang kuat untuk menghadapi serangan topan dan banjir. Bahtera Nuh dianggap merupakan alat angkutan laut pertama di dunia.
Menurut Al Qur'an, bahtera Nuh
telah mendarat di Bukit Judi dan banyak perbedaan pendapat mengenai
Bukit Judi tersebut, baik dari para ulama maupun temuan arkeolog. Ada
pendapat yang menunjukkan suatu gunung di wilayah Kurdi atau tepatnya di
bagian selatan Armenia, ada pendapat lain dari Wyatt Archeological
Research, bukit tersebut terletak di wilayah Turkistan Iklim Butan,
Timur laut pulau yang oleh orang-orang Arab disebut sebagai Jazirah Ibnu
Umar (Tafsir al-Mishbah).
Berdasarkan
foto yang dihasilkan dari gunung Ararat, menunjukkan sebuah perahu yang
sangat besar diperkirakan memiliki luas 7.546 kaki dengan panjang 500
kaki, lebar 83 kaki dan tinggi 50 kaki dan masih ada tiga tingkat lagi
di atasnya.
- Tingkat pertama diletakkan binatang-binatang liar dan yang sudah dijinakkan
- Tingkat kedua ditempatkan manusia
- Tingkat ketiga burung-burung
Langganan:
Postingan (Atom)
